Wow, Ada Anggaran Operasional Sewa Helikopter untuk Wagub Jabar Rp600 Juta
03 August 2021
BAGIKAN :        
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum
Radartasik.com, BANDUNG - Laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SiRUP LKPP) menampilkan anggaran operasional penyewaan helikopter untuk Wakil Guburnur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum. Jumlahnya mencapai Rp 600 juta.

Berdasar penelusuran di laman SiRUP LKPP pada Selasa (03/08/2021), nilai pagu untuk pengadaan langsung penyewaan helikopter bagi mobilitas Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum itu senilai Rp75 juta per paketnya atau total Rp600 juta untuk delapan paket. Alokasi anggaran penyewaan helikopter itu dimulai pada Februari lalu hingga September mendtang.




Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memberikan penjelasan terkait anggaran sewa helikopter Rp 600 juta untuk operasional dirinya tersebut. Menurut wagub, alasan pihaknya menggunakan layanan transportasi udara saat beraktivitas di lapangan untuk memudahkan menjangkau masyarakat.


”Jadi khusus masalah helikopter yang dianggarkan untuk operasional saya dengan sistem sewa ini yang pertama, kami sudah berpikir tentang efisiensi karena helikopter ini butuh, karena memang wilayah Jabar itu luas,” kata Wagub Uu seperti dilansir dari Antara, Selasa (03/08/2021).


Wagub Uu menjelaskan, Provinsi Jawa Barat meliputi 27 kota/kabupaten, 5.312 desa, dan ribuan kelurahan, yang memerlukan kecepatan dan ketepatan saat harus datang ke daerah. Sebab, ada beberapa daerah yang belum terkoneksi dengan baik.


Menurut dia, anggaran yang dialokasikan masih tersimpan dan berbentuk dana cadangan, sehingga hanya dikeluarkan saat harus menyewa helikopter.


”Dan jika tidak dipakai nanti jadi Silpa, nanti dipakai pada perubahan yang akan datang atau penyusunan anggaran yang akan datang, ini bisa di-refocusing untuk kebutuhan yang lain,” ujar Wagub Uu.


Dia mengatakan, menyewa jauh lebih murah dibandingkan harus membeli helikopter yang harganya bisa mencapai Rp80 miliar. Harga tersebut juga belum termasuk membeli peralatan tambahan, biaya gaji pilot, sewa garasi, dan lainnya.



”Sehingga ini lebih efisien dibandingkan dengan memiliki helikopter. Kalau ada masyarakat yang berkomentar, kita meminta maaf kepada masyarakat dan ini akan menjadi koreksi pada masa yang akan datang,” ucap Wagub Uu. (antara/jpg)



BAGIKAN :        

Komentar