Wow!!! Ada 104 Jenis Nasi Goreng
24 July 2021
BAGIKAN :        
Ilustrasi ratusan jenis nasi goreng di Indonesia. (UGM)
Radartasik.com, NASI GORENG merupakan salah satu kuliner unggulan nusantara yang disukai semua kalangan. Dan, makanan olahan dengan bahan utama nasi ini mempunyai ratusan jenis.

Pakar kuliner nusantara dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM Dr Dwi Larasatie Nur Fibri, STP, MSc menyebutkan setidaknya ada 104 jenis nasi goreng tersebar di Indonesia.

Sebanyak 36 jenis nasi goreng dapat ditelusuri asal usulnya. Sedangkan 59 lainnya merupakan jenis nasi goreng pengembangan yang tidak bisa ditelusuri daerah asalnya.



Hal itu ia sampaikan dalam acara bedah buku berjudul Nasi Goreng Indonesia, Cita Rasa Mendunia yang digelar secara daring, Kamis (15/07/2021) dalam rangkaian agenda Dies Natalis ke-58 Fakultas Teknologi Pertanian.

Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian ini menerangkan banyaknya jenis nasi goreng menjadikan keunikan tersendiri. Sebab, mendorong rasa keingintahuan untuk mencoba jenis ragam lainnya.

”Sesuatu yang banyak ragamnya akan unik karena membuat orang semakin penasaran dan tertarik untuk mencoba ragam lainnya,” tuturnya pada laman resmi UGM.

Dwi mengatakan nasi goreng juga menjadi jawaban bagi masyarakat untuk mengolah nasi sisa menjadi makanan bercita rasa.

Wakil Direktur Bidang Pelatihan, Pendidikan, dan Penelitian Indonesian Gastronomy Community Dr Endang Suraningsih, MM, MPsi, menyampaikan buku Nasi Goreng Indonesia, Cita Rasa Mendunia merupakan buku yang menarik dengan penulis lintas generasi dan lintas profesi.

Menurut dia, buku ini direkomendasikan untuk dimiliki para pecinta nasi goreng.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan masukkan untuk memajukan kuliner nusantara khususnya nasi goreng.

Ia menilai perlunya roadmap kuliner dengan konsep yang jelas untuk menjawab tantangan menjadikan nasi goreng Indonesia dengan cita rasa mendunia yang dikenal dan dicintai masyarakat dunia.

”Nasi goreng ini makanan yang adaptif dan bisa menyesuaikan dimana berada sehingga dapat dikembangkan dengan mudah. Namun begitu, pengembangannya tetap harus menjunjung tinggi jati dirinya sebagai makanan khas Indonesia,” tandasnya. (lan)

BAGIKAN :        

Komentar