Beranda Pangandaran Terjunkan 4.112 Personel Amankan Pilkada Pangandaran

Terjunkan 4.112 Personel Amankan Pilkada Pangandaran

SIMULASI. TNI, Polri, KPU dan Pemkab Pangandaran saat simulasi pendaftaran bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran di KPU Kabupaten Pangandaran Kamis (3/9). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
SIMULASI. TNI, Polri, KPU dan Pemkab Pangandaran saat simulasi pendaftaran bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran di KPU Kabupaten Pangandaran Kamis (3/9). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pangandaran akan diamankan ribuan personel gabungan TNI dan Polri.

Kapolres Ciamis AKBP Dony Eka Putera mengatakan sebanyak 4.112 personel akan diturunkan selama tahapan Pilkada Pangandaran. “Sebanyak 932 personel Polres Ciamis diturunkan, 200 personel dari Brimob, Polda Jabar 150 personel, BKO dari Polres Banjar 1 pleton dan kita dibantu dari Kodim 0613 Ciamis,” kata kapolres kepada wartawan Kamis (3/9).

Sejumlah personel akan diturunkan di daerah yang dianggap memiliki kerawanan kurang, rawan dan sangat rawan. “Kita masih melihat daerah mana saja yang termasuk tiga kategori itu, karena sejauh ini masih dinamis,” kata perwira menengah alumni Akpol 2000 ini.

Baca juga : SK Pelantikan Pemenang Open Bidding Masih Tertahan

Yang paling penting lagi, kata kapolres, pengamanan pascapencoblosan. Itu untuk mengantisipasi kekhawatiran terjadi chaos. “Tapi kita tidak berharap terjadi seperti itu. Mudah-mudahan semuanya berjalan aman dan kondusif,” ucapnya.

Menurutnya, personel TNI dan Polri diminta bersikap netral selama Pilkada. Bila ada yang melanggar akan dijatuhi sanksi kode etik. “Jadi kita tidak mengharapkan ada anggota yang berpihak,” ujarnya.

Dia juga menekankan kepada semua pihak untuk menerapkan protokol Covid-19, karena jika terjadi klaster akan mengganggu jalannya Pilkada. “Akan mengganggu jalanya pencoblosan nanti,” ujarnya.

Dandim 0613 Ciamis Letkol CZI Dandan Ramdani juga menekankan terkait netralitas anggota. “Netralitas harga mati. Harus kita junjung,” tegasnya.

Ia juga sangat mendorong semua pihak, baik penyelenggara dan peserta Pilkada untuk memperhatikan protokol kesehatan. “Jangan sampai ada klaster di Pilkada Pangandaran,” imbaunya. (den)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here