Proyek Leuwikeris Jadi Perbincangan, Kasus Penganiayaan di Cineam Minta Segera Diusut Tuntas
10 June 2021
BAGIKAN :        
Peradi Tasikmalaya, korban pengeroyokan di Cineam dan Koalisi Anti Kekerasan gelar diskusi, Kamis (10/06/21). rezza rizaldi/radartasik.com
KOTA TASIK - Proyek pembangunan strategis nasional Bendungan Leuwikeris Kabupaten Tasikmalaya, menjadi perbincangan hangat dalam Focus Group Discusion di Kantor DPC Peradi Tasikmalaya, Kamis (10/06/21) sore.

Pasalnya, akhir-akhir ini di sekitar lokasi proyek tersebut timbul konflik sosial
antara masyarakat yang tergabung dalam Forum Gunung Pangajar (FGP) dengan masyarakat lainnya. 

Apalagi menurut FGP, konflik ini bukan berawal dari persoalan batas wilayah. Namun FGP mengakui di lokasi itu tengah melakukan pendampingan sosial warga terdampak. 

Hingga akhirnya terjadi peristiwa dugaan tindak pidana kekerasan dan atau penganiayaan, beberapa waktu lalu.

"Harapan saya tentu pelaku dalam kasus itu segera ditangkap. Kami merasa ini persekusi pergerakan dengan upaya premanisme mencederai demokrasi," ujar Ketua FGP, Hendra Bima kepada radartasik.com usai diskusi.

"Kami sedang advokasi hak-hak rakyat, yang kami perjuangkan. Pelaku kalau berlarut pengusutannya akan menimbulkan rasa kebal hukum dan kesemena-menaan tanpa ada tindak lanjut," sambungnya.

Korban dugaan penganiayaan, Iman Darusman yang hadir di pertemuan itu menuturkan, pihak Kepolisian harus tegas menindak pelaku kekerasan tersebut.

"Ini di kemudian hari bisa saja tak hanya dialami saya. Tapi kapanpun dan dimanapun, tindak kekerasan bisa terjadi lagi dan itu tak dibenarkan. secepatnya harus diusut tuntas," tuturnya.

Pihaknya mengaku sangat terganggu dengan adanya peristiwa kemarin. 

Sebab menimbulkan traumatik dan rasa tidak aman. Padahal FGP mengadvokasi masyarakat.

Ketua Peradi Tasikmalaya, Andi Ibnu Hadi menandaskan, pihaknya bersama Koalisi Anti Kekerasan akan mendatangi pihak Kepolisian dalam waktu dekat ini untuk menanyakan sejauhmana perkembangan kasus ini. 

"Kami bersama koalisi menginginkan perkara ini ditangani serius. Bagi kami hal ini penting supaya tak terjadi lagi kekerasan terhadap langkah advokasi dan dipersekusi," tandasnya.

Tukas dia, dalam perkara ini juga pihaknya tak menuduh siapa dalang dibelakangnya. "Namun yang jelas mereka (korban dugaan penganiayaan) sudah dipersekusi saat perjuangkan hak masyarakat," tukasnya. 

(rezza rizaldi/radartasik.com)

BAGIKAN :        

Komentar