Polisi Tangkap Basah Pengoplos Gas Elpiji, Motifnya Pelaku Tergiur Keuntungan Rp20 Ribu per Tabung
14 January 2022
BAGIKAN :        

Pelaku pengoplosan gas elpiji di wilayah Buleleng, Bali, Kamis (13/01/2022) menunjukkan cara dia mengoplos gas elpiji 3 kg ke tabung gas 12 kg. Foto: ANTARA/HO (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2021)
Radartasik.com, BALI - Aksi pengoplosan gas LPG (elpiji,red) secara ilegal di wilayah Buleleng, Bali, berhasil dibongkar polisi. Sebanyak 60 tabung gas elpiji ukuran 3 kg dan 15 tabung gas elpiji ukuran 12 kg dimanakan polisi dari tangan tersangka bernama Kadek Ardika, warga Desa Panji, Sukasada. 

Rinciannya, berupa 15 tabung gas ukuran 12 kg, 60 tabung gas ukuran 3 kg, 45 buah segel tabung gas, 45 buah karet pengaman gas, 10 batang pipa besi untuk mengoplos gas. Aksi pelaku terbongkar setelah tertangkap basah memindahkan isi gas elpiji dari tabung 3 kg (bersubsidi) ke tabung 12 kg (nonsubsidi) tanpa izin. 

“Tersangka sudah diamankan, untuk barang bukti tabung elpiji juga telah disita. Tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Buleleng untuk kepentingan penyidikan,” ujar Kasihumas Polres Buleleng AKP I Gede Sumarjaya. 

Setelah digelandang ke Polres Buleleng, motif pelaku melakukan aksi pengoplosan terbongkar. Kepada penyidik, pelaku mengaku tergiur keuntungan sebesar Rp 20 ribu per tabung.

AKP Sumarjaya mengatakan terbongkarnya aksi pengoplosan gas elpiji di Banjar Kembang Sai, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, berkat informasi warga. Kepada polisi, pelapor mengatakan di rumah pelaku Kadek Ardika alias Dek Ar terjadi kegiatan memindahkan isi gas elpiji dari tabung 3 kg (bersubsidi) ke tabung 12 kg (non subsidi) tanpa izin dari pihak yang berwenang. 

“Pelaku ditangkap saat sedang memindahkan isi tabung gas,” kata AKP Gede Sumarjaya. 

Cara pelaku memindahkan isi gas cukup simpel. Tabung gas 12 kg kosong diposisikan di bawah tanah dan diisi es batu di atas tabung 12 kg itu. Masing-masing tabung gas 12 kg itu kemudian di atasnya diposisikan tabung gas 3 kg dengan disambung pipa kecil melalui mulut tabung dengan posisi tegak lurus. 

Tujuannya adalah untuk mengalirkan gas. Setelah isi gas 3 kg habis, diganti lagi dengan gas 3 kg yang masih penuh isinya dan demikian seterusnya.

"Baru sampai 20 tabung gas 3 kg yang dipindahkan isinya, pihak kepolisian langsung menangkap pelaku beserta barang bukti," katanya. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 53 huruf B5c dengan ancaman 3 tahun penjara. (antara/lia/jpnn)


Page :

TAGS
BAGIKAN :        

Komentar