Beranda Kota Tasik PK Nurul Merasa Diintimidasi

PK Nurul Merasa Diintimidasi

KOMPAK. Tujuh PK Golkar Kota Tasikmalaya mengaku solid mendukung Nurul Awalin di Musda mendatang. Hal itu dikemukakan usai bersilaturahmi di DPD Golkar Kota Tasikmalaya, Senin (10/8). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Dua pekan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD Golkar Kota Tasikmalaya. Tujuh Pengurus Kecamatan (PK) yang mendukung H Nurul Awalin di pemilihan ketua baru mendatang, bersikap.

Mereka merespons adanya desas-desus upaya perbuatan inskonstitusional menjelang Musda 28 Agustus 2020. Untuk itu, mereka menyampaikan harapan agar perhelatan demokrasi internal berlangsung dengan khidmat dan melahirkan kepemimpinan yang legitimate.

Ketua PK Bungursari, Sapju mengharapkan pada Musda Golkar ini, seharusnya memunculkan edukasi politik bagi kader dan generasi penerus partai beringin. Sebab di dalam menjalankan roda partai, segala sesuatunya harus berdasarkan aturan yang ada.

“Mulai dari AD/ART, PO (peraturan organisasi), sampai tata laksana kerja partai. Nah, di Musda mendatang meski ada pilihan berbeda dari kader bawah, seharusnya jangan membuat kader terpecah belah,” ucapnya kepada Radar, usai silaturahmi di Sekretariat DPD Golkar Kota Tasikmalaya, Senin (10/8).

Ia berharap Musda harus menjadi pembelajaran tinggi bagi generasi selanjutnya. Elite partai di DPD diharapkan melakukan segala sesuatu yang mendidik dan baik demi keberlangsungan partai ke depan. “Peran kami mungkin ada yang berbeda dari sudut pandang pemegang hak suara di Musda. Mohon pengurus DPD bisa tampilkan hal-hal yang patut dicontoh,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ketua PK Tawang, Dadang Sambas. Selaku pemilik suara di Musda, dia berharap semua pihak saling menghormati hak demokrasi masing-masing. Jangan sampai ada intervensi atau upaya-upaya penggiringan ke salah satu bakal calon di Musda mendatang.

“Apalagi melakukan hal-hal di luar aturan. Mohon, hak kami sebagai pemilik suara dibiarkan memilih sesuai nurani, jangan sampai ada intervensi seperti sekarang,” keluh dia.

“Semua persyaratan, tahapan sejatinya sudah diatur dalam mekanisme partai, jadi kedisiplinan sebagai kader mohon ditunjukkan,” sambungnya.

Ketua PK Indihiang, Endang Ahmad Setiawan mengeluhkan selalu mendapat intimidasi dari tim sukses salah satu bakal calon. Seharusnya, mereka memahami, ketika diundang melalui surat atau telepon. Ketika tidak hadir, artinya tidak berkenan memberikan dukungan di Musda mendatang. “Harusnya bisa mencermati, saya tidak merespons undangan apapun untuk hadir dalam menggalang dukungan. Artinya kami di Indihiang tidak berpihak ke mereka,” ucap Endang.

Dirinya bersama enam PK lainnya, telah sepakat dan sepaham memilih figur yang saat ini dinilai sangat siap membesarkan partai dan berpotensi membawa beringin lebih maju, yakni H Nurul Awalin (HNA).

Di sisi lain, ia mengakui nama yang muncul menjadi kandidat di Musda mendatang, merupakan figur terbaik yang ada saat ini. “Partai mana yang tidak menginginkan kadernya duduk di eksekutif seperti H M Yusuf, maka ia pun siap menyukseskan ketika H Yusuf berlaga di Pilkada mendatang,” ungkapnya.

“Kita siap 100 persen untuk Pilkada ketika Pak Yusuf mau nyalon. Namun, jangan terlalu memaksa kalau di Musda, saya harus berpihak ke mana, karena saya memiliki hak demokrasi,” tambah Endang.

“Insya allah kalau Pak Nurul memang menang di Musda, kita juga akan berjuang sukseskan H Yusuf di Pilkada mendatang,” sambungnya. (igi)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here