Pengelola Objek Wisata Mulai Frustrasi, Pilih Kibarkan Bendera Putih
31 July 2021
BAGIKAN :        
Pengelola Sanghiyang Dora di Desa Leuwikujang Kecamatan Leuwimunding mengibarkan bendera putih.
Radartasik.com, MAJALENGKA – Penerapan PPKM Level 3 dan 4 membuat pengelola sejumlah objek wisata di Kabupaten Majalengka mulai frustrasi. Pasalnya sejak diberlakukan PPKM objek wisata yang mereka kelola harus ditutup. Salah satunya seperti dialami pengelola Sanghiyang Dora di Desa Leuwikujang Kecamatan Leuwimunding.

Sebagai bentuk rasa frustrasi atas kondisi yang terjadi, mereka pun mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah dan membutuhkan bantuan.




“Meski dengan menggunakan kain seadanya, kami (pengelola) wisata memasang bendera putih yang menandakan jika mereka telah frustrasi terhadap kondisi saat ini. Ini sebagai bentuk protes kami kepada pemerintah karena penutupan tempat wisata yang sudah berminggu-minggu ini,” tutur Ketua Pengelola Wisata Bukit Sanghiyang Dora, Ahmad Sodikin.


Menurutnya wisata Bukit Sanghiyang Dora sendiri sudah tutup total sejak PPKM pertama kali diberlakukan yakni 3 Juli 2021. Sejak saat itu, pengelola wisata perkemahan di bukit setinggi 396 mdpl ini hanya bisa menanti kabar baik.


Pria yang akrab disapa Oyak mengungkapkan, jika penutupan wisata yang dilakukan secara terus-menerus sangat berdampak terhadap pengelolaan Bukit Sanghiyang Dora yang masih dalam tahap pengembangan.


“Kami pengelola wisata yang berkembang merasa dibuat frustrasi. Masalahnya kita ini punya karyawan. Nah, gimana nasib karyawan kita. Selama PPKM kami tutup total, sementara perawatan tempat dan lainnya harus tetap berjalan,” keluhnya.


Untungnya karyawan yang mengelola Bukit Sanghiyang Dora masih memiliki jiwa sosial tinggi, sehingga ketika tidak ada bayaran sepeser pun tetap bersedia mengelola dan menjaga lokasi wisata.


Namun tidak sedikit juga karyawan yang akhirnya mengundurkan diri karena tidak adanya pemasukan. “Sebagian mereka masih semangat mengembangkan tempat wisata ini. Bahkan mereka menggunakan uang sendiri untuk makan dan minum saat berjaga di sini,” jelas Oyak.


Pihaknya kini hanya bisa berharap pemerintah membuka mata dengan melihat kondisi tersebut dan memberikan perhatian dengan mengizinkan semua lokasi wisata dibolehkan buka kembali.


“Harapan kami hanya satu, wisata boleh dibuka. Kalau pemerintah mau melanjutkan PPKM silakan saja kami gak masalah. Tetapi tolong wisata dibuka, tidak hanya disini tapi di seluruh Majalengka,” harapnya. (rc/ono)



BAGIKAN :        

Komentar