Pemerintahan Desa di Pangandaran Harus Tegas Terapkan PPKM
15 July 2021
BAGIKAN :        
RAPAT KOORDINASI. Bupati Pangandaran memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Aula Setda Pangandaran Rabu (14/7/2021). Bupati meminta agar pemerintah desa lebih tegas.deni nurdiansah/radartasik.com
radartasik.com, PANGANDARAN – Bupati Pangandaran H Jeje Wiradianata meminta pemerintah desa lebih tegas dalam menerapkan PPKM Darurat. Terutama di desa-desa yang masih tinggi angka penularan Covid-19.

Jeje mengatakan sudah mengundang 15 desa yang angka terkonfirmasi positifnya tinggi. Dia menginstruksikan desa-desa tersebut untuk lebih tegas dalam PPKM Darurat.

”Dilakukan check point di tiap jalan kampung dan dusun, kegiatan keagamaan tidak dilarang tapi harus menggunakan masker. Jam delapan malam tidak boleh lagi ada kegiatan, kegiatan seperti tahlilan hanya boleh dihadiri keluarga saja,” jelasnya Rabu (14/7/2021).



Menurutnya, jika di 15 desa tersebut sudah bisa terkendali, maka bukan tidak mungkin Kabupaten Pangandaran akan cepat pulih seperti sebelum ada lonjakan. ”Kebutuhan oksigen sekarang meningkat, yang mungkin 1 bulan hanya Rp 1 miliar, nanti bisa sampai Rp 5 miliar,” terangnya.

Jeje pun menyebut jika angka positif terus naik, maka anggaran yang dimiliki hanya akan terserap untuk kebutuhan rumah sakit. ”Deposit anggaran kita akan menganga, maka dari itu kita jangan setengah-setengah dalam menjalankan PPKM,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani Achmad Marzuki mengatakan ada 47 orang terkonfirmasi positif yang saat ini dirawat di RSUD Pandega. ”493 lainnya menjalani isolasi mandiri,” ungkapnya.

Sementara yang meninggal sudah mencapai 118 orang atau bertambah 6 orang dalam satu hari. ”Kemarin angka kematian masih 112 orang,” jelasnya.

Bahkan, berdasarkan informasi ada bayi berusia empat bulan meninggal dunia karena terkonfirmasi Covid-19. Bayi tersebut berasal dari Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran. (den)


BAGIKAN :        

Komentar