Kontingen SD Kota Tasikmalaya Berprestasi di Tingkat Provinsi Jabar, Borong Piala Lomba Bahasa Sunda
07 December 2021
BAGIKAN :        

Siswa Kontingen SD Kota Tasikmalaya berhasil membawa piala juara dalam Festival Tunas Bahasa Ibu 2021 jenjang SD tingkat Provinsi Jawa Barat. Penghargaan diberikan di Sutan Raja Hotel and Convention Centre Bandung, kemarin. ISTIMEWA
radartasik.com, TASIK - Kontingen Sekolah Dasar (SD) Kota Tasikmalaya mampu meraih beberapa prestasi di Festival Tunas Bahasa Ibu 2021 jenjang SD tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar). Acara digelar Sutan Raja Hotel And Convention Centre di Jalan Raya Soreang-Bandung dari 30 November - 3 Desember 2021.

Dari Festival Tunas Bahasa Ibu dalam lomba bahasa Sunda ada beberapa cabang yakni lomba carita pondok/cerita pendek, ngadongeng/bercerita, maca sajak/membaca sajak dan biantara/pidato Sunda.

Ada juga nembang pupuh Sunda/bernyanyi lagu Sunda, maca jeung nulis Sunda/membaca dan menulis Sunda dan ngabodor sorangan/stand up comedy.

Hasilnya Kontingen SD di Kota Tasikmalaya menjadi juara pertama putri mendongeng atas nama Alika Radisti SDN 1 Picungremuk, juara kedua putra mendongeng atas nama Rizwan Rizkiansyah SDN 1 Setiamulya, dan juara ketiga putri nulis dan baca aksara Sunda atas nama Az-Zahra Nurciptaningtyas SDN 5 Sukamenak. Sedangkan untuk pemenang harapan pertama putra baca sajak dimenangkan Kaya Nur Fatwa dan harapan kedua putri baca sajak diraih Firhan SDN Mangkubumi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Ir Hj Ely Suminar MP mengatakan, prestasi ini membuktikan bahwa Kota Tasikmalaya mampu bersaing dengan daerah lain dalam bahasa dan sastra daerah.

“Saya ucapkan selamat atas keberhasilan kontingen SD di Kota Tasikmalaya yang berhasil mengharumkan daerahnya dalam merawat bahasa Sunda. Salah satunya SDN Picungremuk menjadi juara kesatu cabang dongeng wanoja,” katanya kepada Radar, Senin (6/12/2021).

Sebab, sambung dia, adanya kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi Jawa Barat ataupun Pasanggiri atau Lomba Apresiasi Bahasa dan Sastra Daerah (ABSD) tingkat Kota Tasikmalaya, sebagai upaya memberikan wadah bagi generasi muda dalam melestarikan bahasa dan sastra Sunda.

“Keberhasilan ini menjadikan semangat dan motivasi untuk anak-anak di masa mendatang agar lebih minat mempelajari dan mengembangkan bahasa dan budaya Sunda,” ujarnya.

Selanjutnya, bahasa dan sastra Sunda tidak hanya membangun pendidikan berkarakter, tapi juga mengembangkan dan melaksanakan nilai-nilai program yang mendidik dalam menunjang bakat dan minat generasi muda.

“Kegiatan tersebut untuk melestarikan bahasa Sunda sebagai bahasa leluhur yang patut dijaga kelestariannya. Selain itu sebagai ajang prestasi siswa,” katanya.

Page :

TAGS
BAGIKAN :        

Komentar