Komnas Perempuan Beber Fakta Mengerikan Dialami Novia Widyasari Hampir 2 Tahun, Sebelum Tewas di Dekat Makam Ayahnya
07 December 2021
BAGIKAN :        

Sugito, juru kunci Makam Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, menunjukkan lokasi korban ditemukan tergeletak. Inset Bripda B dan Novia yang bunuh diri di pusara ayahnya. (Foto: Martda Vadetya/jawaposradarmojokerto.id)
Radartasik.com, JAKARTA - Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi mengungkapkan kejadian mengerikan dialami Novia Widyasari Rahayu selama hampir dua tahun berhubungan dengan pacarnya Bripda Randy Bagus Hari Sasongko. Kondisi itulah yang membuat hingga membuat Novia Widyasari depresi hingga memutuskan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. 

"NWR adalah korban kekerasan yang bertumpuk dan berulang-ulang dalam durasi hampir dua tahun sejak 2019," beber Aminah dalam siaran pers, Senin (06/12/2021). 

Hal tersebut diketahui berdasarkan komunikasi antara Komnas Perempuan dengan korban yang sempat melakukan pengaduan. Menurut Aminah, Novia terjebak dalam siklus kekerasan di dalam hubungan pacaran, sehingga pelaku diduga melakukan tindak eksploitasi seksual dan pemaksaan aborsi. 

Pelaku memaksa korban untuk menggugurkan kehamilan dengan berbagai cara seperti minum pil KB, obat-obatan, jamu, hingga pemaksaan hubungan seksual karena beranggapan perilaku tersebut bisa menggugurkan janin. 

"Peristiwa pemaksaan aborsi bahkan terjadi hingga dua kali," ungkap Aminah. Aminah mengatakan berdasarkan keterangan korban kepada Komnas Perempuan, aborsi kedua membuat Novia Widyasari mengalami pendarahan dan kekurangan trombosit.

Informasi lain yang disampaikan komisioner Komnas Perempuan itu, yaitu pihak keluarga pelaku disebut menghalangi korban dengan Bripka Randy menikah dengan alasan masih ada kakak perempuan pelaku yang belum bersanding di pelaminan. 

"Keluarga pelaku juga diduga sempat menuduh korban menjebak pelaku agar dinikahi," ungkap komisioner Komnas Perempuan itu. 

Tidak hanya itu, Aminah juga mengatakan pelaku berhubungan dengan perempuan lain tetapi bersikeras untuk tetap menjalin hubungan dengan korban. "Selain berdampak pada kesehatan fisik, korban juga alami gangguan kejiwaan yang hebat," tegas Aminah. 

Sebab, Novia merasa tidak berdaya, dicampakkan, disia-siakan, berkeinginan untuk menyakiti diri sendiri, dan didagnosa obsessive compulsive disorder (OCD) serta gangguan psikomotorik lainnya. 

Diberitakan sebelumnya, Novia Widyasari Rahayu ditemukan tewas diduga akibat bunuh diri di dekat makam ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur. Dia mengalami depresi sebelum meninggal dunia karena diduga dipaksa melakukan dua kali aborsi oleh kekasihnya Bripda Randy Bagus Hari Sasongko. (mcr9/jpnn)

Page :

TAGS
BAGIKAN :        

Komentar