Endemik Malaria di Pangandaran Sudah Berakhir
14 January 2022
BAGIKAN :        

Yadi Sukmayadi
radartasik.com, PANGANDARANDinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran mengklaim dalam kurun waktu tiga tahun terakhir tidak ada lagi kasus malaria di Pangandaran.

Sebelumnya, kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yadi Sukmayadi, penyakit malaria sudah menjadi endemik di perbatasan Pangandaran-Kalipucang atau lebih tepatnya di Kecamatan Kalipucang.

“Namun sudah tiga tahun ini tidak ada lagi warga yang terjangkit malaria,” ungkapnya kepada wartawan Kamis (13/1/2022).

Dia menyebut penyakit yang dibawa jenis nyamuk anopheles itu menimbulkan rasa pusing, demam menggigil bahkan bisa menyebabkan kematian.

“Kita sudah melakukan berbagai upaya untuk pencegahan, seperti menebar benih ikan di rawa-rawa yang banyak dijumpai jentik nyamuk, kemudian memberikan kelambu untuk menangkal serangan nyamuk,” ucapnya.

Kemudian, rutin dilakukan pengecekan darah pada masyarakat yang pemukimanya dekat rawa-rawa. “Pemeriksaan rutin ini masih dilakukan sampai saat ini,” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, Pangandaran dipastikan akan dieliminasi dari daerah endemik malaria. “Karena sudah lama tidak ada kasus malaria, kira-kira sejak tahun 2018-an,” katanya.

Jika sudah tereliminasi, maka akan berpengaruh pada sektor pariwisata. “Saat turis asing datang ke suatu wilayah untuk berlibur, yang ditanyakan pasti soal malaria, karena mereka sangat takut dengan malaria,” ujarnya.

Salah seorang warga Kalipucang Ihsan (30) mengatakan dulu memang sempat ada kasus di sekitaran Rawaapu, Cilacap dan Pangandaran. “Tapi sekarang jarang mendengar ada malaria,” ungkapnya. (den)


Page :

TAGS
BAGIKAN :        

Komentar