Beranda Banjar Disdik Kota Banjar Akan Mendata Sekolah yang Siap

Disdik Kota Banjar Akan Mendata Sekolah yang Siap

RAPAT PERSIAPAN. Dinas Pendidikan Kota Banjar bersama gugus tugas dan perwakilan kepala sekolah. Cecep herdi / radar tasikmalaya
RAPAT PERSIAPAN. Dinas Pendidikan Kota Banjar bersama gugus tugas dan perwakilan kepala sekolah. Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta perwakilan kepala sekolah mulai membahas siswa belajar secara tatap muka di sekolah. Rencananya, Pemkot Banjar akan segera melaksanakan belajar tatap muka di sekolah setelah persiapan selesai dilakukan.

Beberapa persiapan yang harus dipenuhi selama pandemi Covid-19 di antaranya keamanan untuk siswa dan guru agar tidak terpapar Covid-19, kemudian sarana protokol kesehatan di sekolah harus mendukung dan perlengkapan media informasi di sekolah terkait Covid-19.

“Jumlah sekolah yang sudah siap melaksanakan sistem belajar tatap muka memang belum ada datanya, karena kita belum melaksanakan rakor (rapat koordinasi). Harus rakor dulu dengan seluruh sekolah supaya kita tahu berapa yang sudah siap,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Banjar Ahmad Yani Kamis (13/8).

Sementara jumlah sekolah sendiri dari tingkat SD dan SMP di Kota Banjar baik negeri maupun swasta sebanyak 111 sekolah. Terdiri dari SD Negeri sebanyak 82 dan swasta 4 sekolah. Sedangkan SMP Negeri 10 sekolah dan swastanya 15 sekolah.

“Pemerintah kota sendiri ingin secepatnya sekolah kembali dibuka, namun seluruh persyaratan protokol kesehatan harus dipersiapkan dulu,” katanya.

Untuk sarana protokol kesehatan, Dinas Pendidikan sudah memiliki anggaran sekitar Rp 2 miliar dari anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) hasil refocusing tahap ketiga. Ditambah setiap sekolah bisa menggunakan anggaran BOS untuk menyiapkan sarana protokol kesehatan.

“Dari BOS itu pengalihan belanja barang dan jasa dan pembelian ATK. Masing-masing sekolah itu berbeda-beda jumlah anggaran yang digunakannya karena nilai dana BOS-nya juga berbeda-beda. Kemudian BTT ada dua miliar rupiah lebih. Saat ini untuk realisasi anggaran BTT masih dalam tahap pembuatan regulasi,” katanya. (cep)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here