Daun Kelor Jadi Teh Minuman Khas Objek Wisata Tonjong Canyon Cipatujah Tasik
16 February 2021
Aom berambut gondrong sedang menjelaskan minuman teh kelor kepada pengunjung.
CIPATUJAH - Warga Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya cukup kreatif dalam membuat produk olahan minuman berbahan tumbuhan yang berkhasiat untuk kesehatan. 

 Aom, salah seorang warga sekaligus Ketua Karangtaruna Desa Nagrog mengungkapkan, produk olahan minuman buatan warga ini adalah teh daun kelor. Tidak sedikit kini warga yang menanam tumbuhan tersebut bahkan mengembangkan daun kelor untuk dijadikan minuman khas Objek Wisata Tonjong Canyon, Cipatujah. 

 "Awal yang memproduksi teh daun kelor itu adalah waega Desa Ciheras Cipatujah. Kami hanya ikut mengembangkan untuk dijadikan minuman khas di objek wisata bagi para pengunjung," ujarnya kepada Radar, Senin (15/2/2021). 

 Aom mengungkapkan, manfaat daun kelor ini, dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dengan demikian, banyak warga mulai menanam tumbuhan tersebut, hingga di perkebunan. Ia kini mengembangkan teh daun kelor yang dianggap memiliki nilai ekonomi tinggi serta baik untuk kesehatan. 

 Teh daun kelor juga mulai diminati banyak masyarakat, karena dipercaya bisa menyembuhkan aneka penyakit bila dikonsumsi secara rutin. Di Kabupaten Tasik sendiri teh daun kelor belum banyak dikenal masyarakat baik manfaatnya maupun nilai ekonominya. 

 Dikarenakan memiliki banyak manfaat dan harganya cukup lumayan, Aom sudah mulai melakukan penanaman. Untuk mengubah daun kelor menjadi teh cara membuatnya cukup mudah, setelah dicuci bersih daun kelor kemudian dikeringkan. Setelah kering, lalu di-oven dan dihaluskan menjadi serbuk.

 "Ke depan saya berencana memproduksi lebih banyak lagi minuman teh dari daun kelor dan dikemas agar menghasilkan pendapatan, meskipun saat ini teh daun kelor baru hanya sebatas untuk konsumsi sendiri dan bagi para tamu," tuturnya. 

 Menurutnya, budidaya tanaman kelor ini awalnya memang untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga desa setempat, sekaligus untuk meningkatkan ekonomi kreatif bagi warga desa. 

 Pasalnya, di desa ini masih banyak lahan kosong yang bisa digunakan untuk menanam pohon kelor. Saat ini, lanjut dia, dengan budidaya tanaman kelor tersebut masyarakat saat ini sudah bisa mengolahnya seperti membuat teh daun kelor. 

 Tanaman tersebut bisa dijumpai di setiap pekarangan rumah warga desa setempat, sehingga bahan baku tanaman kelor ini cukup melimpah untuk digunakan dengan berbagai olahan. 

 "Sementara dalam proses penjualan olahan tanaman kelor ini masih mengandalkan kabar dari mulut ke mulut, ke depan diharapkan penjualan bisa tembus ke nasional bahkan hingga ke luar negeri," kata dia. Ketua RW 1 Desa Nagrog, Ahyan mengungkapkan, telah memanfaatkan tanaman kelor menjadi produk olahan yang memiliki khasiat bagi kesehatan dan memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan. 

 "Saya pun kini ikut menanam daun kelor bahkan sudah rutin minum teh daun kelor," kata dia. Menurutnya, soal rasa tak kalah nikmat dari teh biasanya. Bahkan teh kelor ini merupakan teh yang tak biasa karena memiliki rasa dan aroma yang khas. 

 Soal manfaat pun tak diragukan lagi, teh herbal kelor cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes, cocok untuk program diet atau yang mengalami masalah obesitas dan penyakit lainnya. 

 "Produk seperti ini seharusnya bisa dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas. Apalagi produk teh kelor ini bisa dikemas dan dapat diseduh air panas serta bisa ditambah gula atau madu, sehingga sudah bisa menikmati secangkir teh kelor yang super bermanfaat ini," kata dia. (radika robi)


Komentar