Cecak Jarilengkung, Spesies Baru dari Kalimantan
18 September 2021
BAGIKAN :        
Cecak jarilengkung dari Pulau Kalimantan. Foto: BRIN
Radartasik.com, CIBINONG – Para peneliti menemukan spesies baru dari cecak jarilengkung di Pulau Kalimantan. Spesies baru itu diberi nama cyrtodactylus hamidy (cecak jarilengkung hamidy). Temuan baru itu dirilis pada Jurnal Zootaxa yang terbit pada 25 Agustus 2021.

Spesies baru itu ditemukan Peneliti Zoologi dari Museum Zoologicum Bogoriense Awal Riyanto bersama kolega dari lintas negara Jepang (Kyoto University dan University of Hyogo), USA (La Sierra University) dan Indonesia (Universitas Brawijaya dan MZB).

”Nama hamidy ini kami sematkan sebagai penghormatan dan penghargaan kami kepada Dr Amir Hamidy,” ungkap Riyanto pada laman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dr Amir Hamidy merupakan salah satu herpetologis Indonesia. Ia berdedikasi dalam mengajarkan dan memasyarakatkan herpetologi kepada kaum muda Indonesia, serta berkontribusi signifikan beliau terhadap pengungkapan keanekaaragaman dan konservasi herpetofauna Indonesia.

Penemuan cecak jenis baru bermula dari pemeriksaan detail spesimen cyrtodactylus dari Kalimantan yang tersimpan di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) —Cibinong. 




Pemeriksaan itu dalam rangka mengungkap diversitas marga cicak jarilengkung Indonesia dan upaya memahami bagaimana biogeografi serta evolusinya yang merupakan fokus riset Riyanto.

”Saat pemeriksaan spesimen koleksi marga cecak jarilengkung dari Kalimantan, kami mengidentifikasi beberapa spesies baru. Salah satunya C hamidy yang baru terbit ini,” kata dia.

”Ada pun tiga lainnya sedang dalam finalisasi penulisan manuskripnya. C hamidy semula adalah empat spesimen berlabel C baluensis dan dikoleksi tahun 2011 dari Kalimantan Timur,” ungkap Riyanto.

Ciri cecak jarilengkung hamidy

- Mempunyai panjang tubuh hingga 63 mm

- Warna dasar pemukaan tubuh cokelat

- Memiliki corak semilunar di bagian belakang kepala, semacam garis 
  melintang coklat gelap pada punggung yang dibatasi oleh pola jaringan putih 
  terkadang membentuk garis vertebral

- Ekor juga dengan pola melintang cokelat gelap selang seling dengan putih

Riyanto menambahkan secara morfologi C hamidy paling mirip dengan C matsuii. ”Meskipun didokumentasikan dari dua tempat berbeda, Nunukan dan Tawau dengan jarak sekitar 80 KM di antara keduanya. Kedua populasi tidak menunjukkan adanya perbedaan karakter diagnostik,” kata dia.

Satu-satunya perbedaan kecil di antara populasi tersebut adalah jumlah tuberkular punggung, pori-pori precloacal dan jumlah baris sisik ventral, perbedaan lebih sesuai dengan variasi populasi karena jarak geografis.

”Namun demikian bila dikemudian hari analisis molekuler menunjukkan sebaliknya, itu bisa saja terjadi. Inilah namanya ilmu pengetahuan, nothing absolute truths,” imbuhnya. (sa/lan/brin)

BAGIKAN :        

Komentar