Berusia 250 Tahun, Ternyata Ini Induk Pohon Durian Sinapeul di Majalengka
04 March 2021
Induk pohon durian Sinapeul di Desa Ujungberung Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka. Foto: Radar Majalengka.
MAJALENGKA – Kabupaten Majalengka memiliki jenis buah lokal durian yang sangat dihandalkan dan tak asing lagi bagi para penyuka durian. 

Durian Sinapeul namanya, yang diambil dari Blok Sinapeul dan sejatinya, durian tersebut jenis Perwira.

Kini, Blok Sinapeul akhirnya dikenal dengan sentra buah durian lokal di Majalengka, Jawwa Barat.

Ada satu pohon durian di Desa Ujungberung Kecamatan Sindangwangi yang usianya sudah mencapai 250 tahun.

Di kawasan tersebut hampir setiap warga memiliki pohon durian di masing-masing lahan. 

Ada satu Pohon Induk yang dinamai Durian Perwira memiliki ukuran batang yang sangat besar dan tinggi.

Pohon Durian Perwira itu tampak sangat berbeda dari pohon durian lainnya. Pohon Durian Perwira ini tumbuh tepat di pekarangan rumah seorang warga bernama Titin Susilawati (49).

Titin dan suaminya Heri Saptanto (53) yang juga merupakan petani sekaligus pedagang durian mengaku pohon tersebut sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Titin mengaku pohon Durian Perwira saat ini menjadi induk dari pohon-pohon durian yang ada di Desa Ujungberung.

Durian di desa tersebut mayoritas berasal dari pohon Durian Perwira tersebut. 

Saking besarnya pohon Durian Perwira diklaim sudah berusia 250 tahun atau 2,5 abad lebih.

“Saya tidak mengetahui persis berapa usia pohon durian tersebut. Usianya kalau pastinya saya tidak tahu karena udah ada dari dulu sejak kakek nenek saya juga sudah ada. Kira-kira lebih 250 tahunan,” tuturnya.

Pohon Durian Perwira sudah mendapat sertifikasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Sertifikasi itu diberikan sejak tahun 1992 silam. Sayangnya saat ini, papan sertifikasi yang tadinya terpampang di pohon tersebut sudah hilang entah ke mana.

Titin juga menjelaskan nama Durian Perwira merupakan pemberian dari seorang pelanggan durian yang seringkali berkunjung ke rumahnya.

Pelanggan itu menurutnya merupakan seorang perwira TNI saat itu bernama Kuntara. 
“Yang menamakan Durian Perwira itu jenderal TNI dulu tahun 90-an namanya Pak Kuntara,” jelas dia.

Meski sudah berusia 2,5 abad lebih pohon Durian Perwira hingga saat ini masih terus berbuah. 

Bahkan buah durian dari pohon perwira itu menjadi primadona bagi para pecinta buah bernama ilmiah Durio itu.

“Sampai sekarang masih berbuah, kemarin bulan Desember panennya. Sekali berbuah lumayan banyak, tetapi saya lupa berapa sekali panen buahnya, tidak tentu,” imbuhnya.

Desa Ujungberung memang dikenal sebagai sentranya durian lokal di Kabupaten Majalengka.

Di desa ini durian yang terkenal bernama Durian Sinapeul. Nama itu tidak lepas dari asal muasal durian tumbuh yakni di Blok Sinapeul. (ono/radarcirebon)


Komentar