Beranda Pangandaran Baru 29 Ribu Petani Pangandaran Pegang Kartu Tani

Baru 29 Ribu Petani Pangandaran Pegang Kartu Tani

PANGANDARAN – Sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi di Kabupaten Pangandaran disebabkan beberapa faktor, terutama soal kebijakan Kartu Tani.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Aep Haris mengatakan, dari 85.000 petani yang ada di Pangandaran, baru sekitar 29.000 saja yang memiliki Kartu Tani. Petani yang belum mendaftar pada sistem Kartu Tani tersebut, kesulitan mendapatkan pupuk bersubdisi.

Adapun ketersediaan pupuk terbatas, kata ia, Pangandaran mendapatkan tambahan kuota pupuk jenis urea sebanyak 6.534 ton di bulan September, kemudian penambahan pupuk jenis SP 36 sebanyak 434 ton, jenis ZA sebanyak 10 ton dan lain-lain. “Penambahan itu untuk Oktober sampai Desember,” katanya kepada Radar, Selasa (3/11).

Baca juga : SKB CPNS di Pangandaran Dilaksanakan 6 Oktober

Kata dia, jika ditotalkan dengan penambahan di bulan September kuota untuk pupuk urea sebesar 14.103 ton. “Khusus urea jika dilihat dari segi kebutuhan sebenarnya malah ada kelebihan, karena kebutuhan urea kita dalam satu tahun sebesar 13.758 ton, sementara jenis pupuk yang lain justru mengalami kekurangan,” jelasnya.

Namun, kata dia, dengan adanya kelebihan kuota pupuk urea, belum bisa dibilang aman. “Karena permasalahannya ada pada Kartu Tani, karena yang dilayani untuk pupuk urea bersubsidi ini adalah yang memilki Kartu Tani,” katanya.

Sehingga petani yang belum mendaftar pada sistem Kartu Tani tersebut, pasti akan kesulitan mendapatkannya. “Sekitar 29.000 saja yang memiliki Kartu Tani,” jelasnya.
Pihaknya mengaku belum maksimal untuk menyosialisasikan Kartu Tani ini, sehingga belum banyak petani yang mendaftar.

Selain itu keberadaan kios pengecer pupuk subsidi ini juga menjadi kendala petani untuk mendapatkan pupuk. “Baru ada 38 kios untuk melayani 93 desa, ada satu kios harus melayani 8 desa, kalau petani yang tinggal di Langkaplancar jelas akan menjadi masalah, karena jarak tempat domisili mereka dengan kios itu cukup jauh, jelas itu akan menimbulkan masalah,” jelasnya. (den)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here