405 Pasien Baru Masuk Wisma Atlet, BNPB Ngutang Rp 140 Miliar
10 June 2021
BAGIKAN :        
Ilustrasi Covid-19
RADARTASIK.COM, JAKARTA – Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, pada Kamis (10/06/2021), mendapat tambahan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 405 orang.

”Pasien rawat inap terkonfirmasi positif Covid-19 di Tower 4, 5, 6 dan 7 sebanyak 3.626 orang. Sementara jumlah sehari sebelumnya 3.221 orang,” ungkap Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Kolonel Marinir Aris Mudian di Jakarta, Kamis (10/06/2021).

Terhitung sejak 23 Maret 2020 hingga 10 Juni 2021, menurut dia, jumlah pasien yang dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet mencapai 89.111 orang. Dari jumlah itu, 84.489 pasien Covid-19 telah dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit.

”Sedangkan 907 pasien dirujuk ke rumah sakit lain. Untuk jumlah pasien meninggal di RS Darurat Wisma Atlet per 10 Juni 2021 sebanyak 89 orang,” paparnya.

UTANG BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memberhentikan pembiayaan tempat isolasi di hotel di Jakarta. Selain anggarannya habis, BNPB memiliki utang senilai Rp 140 miliar. 

”Sekitar Rp 140 miliar yang belum dibayar ke beberapa hotel,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi di Jakarta, Kamis (10/06/2021).

Dia menerangkan ada 31 hotel di Jakarta yang pembiayaan isolasi orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 ditanggung BNPB. Untuk periode Januari hingga Juni baru dibayarkan Rp 60 miliar.

Pihaknya memastikan akan melunasi tagihan hotel tersebut. Saat ini, Kemenkeu sedang merumuskan pembiayaannya. “Usulan anggarannya sedang berproses di Kemenkeu,” jelas Dody.

Dari 31 hotel yang ditanggung BNPB, 15 hotel untuk pasien OTG Covid-19. Lainnya (16 hotel) untuk penginapan tenaga kesehatan. (rh/fin)


BAGIKAN :        

Komentar